• 04/05/2024
mashupch.com

Penumpang Terlantar: Kisah Delapan Orang yang Ditinggalkan oleh Kapal Pesiar di Sao Tome

mashupch.com – Delapan penumpang kapal pesiar Norwegian Cruise Line menghadapi dilema tak terduga saat mereka ditinggalkan di kepulauan Sao Tome de Principe, Afrika, termasuk individu lanjut usia, seorang penumpang yang lumpuh, dan wanita hamil. Insiden ini terjadi pada hari Rabu, 27 Maret 2024, ketika para penumpang tersebut tidak berhasil kembali tepat waktu ke kapal untuk keberangkatan yang dijadwalkan pada pukul 15.00 waktu setempat.

Norwegian Cruise Line menyatakan bahwa penumpang tersebut berada dalam tur pribadi dan tidak mengikuti rencana yang disediakan oleh kapal. Meskipun kondisi yang terjadi sangat disayangkan, kapal menegaskan bahwa tanggung jawab untuk kembali tepat waktu ke kapal ada pada para tamu, dan informasi tentang jadwal keberangkatan telah dikomunikasikan secara luas.

Paspor para penumpang yang tertinggal diserahkan kepada agen pelabuhan setempat dan dikabarkan bahwa mereka memiliki kesempatan untuk bergabung kembali dengan kapal di pelabuhan berikutnya. Namun, kapal pesiar tidak menyediakan biaya untuk perjalanan tersebut karena mereka tidak mengatur tur pribadi penumpang.

Jill dan Jay Campbell, pasangan dari Carolina Selatan, berbagi bahwa mereka harus melakukan perjalanan selama 15 jam melintasi enam negara untuk mencapai kapal di Gambia, tetapi dihalangi oleh kondisi cuaca buruk yang membuat kapal tidak dapat berlabuh. Mereka berencana untuk bertemu kembali dengan kapal di Senegal.

Situasi menjadi semakin menantang karena beberapa dari penumpang yang tertinggal tidak memiliki akses ke obat-obatan yang mereka butuhkan dan menghadapi kesulitan finansial karena kurangnya akses ke kartu kredit, yang menyebabkan mereka harus menghabiskan uang secara signifikan untuk kebutuhan dasar dan tempat tinggal.

Salah satu penumpang yang tertinggal mengalami kondisi medis darurat dan harus dirawat di rumah sakit lokal; keluarga Campbell membantu koordinasi dengan keluarganya di Amerika Serikat untuk pengaturan kepulangannya. Norwegian Cruise Line menyatakan telah melakukan upaya untuk menghubungi penumpang yang mengalami keadaan darurat ini dan memastikan bahwa mereka telah kembali dengan selamat ke Amerika Serikat.

Insiden yang dialami oleh delapan penumpang ini menyoroti tantangan logistik dan komunikasi yang dapat terjadi selama perjalanan pesiar dan pentingnya mematuhi jadwal yang ditetapkan untuk menghindari situasi yang tidak terduga.